3 Harga BBM Pertamina Melesat Tajam Imbas Perang Iran, Ini Rinciannya – Konflik Iran-Israel yang terus memanas berdampak langsung pada kantong masyarakat Indonesia. PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga tiga jenis bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai Sabtu (18/4/2026) . Lonjakan harga ini terjadi imbas melambungnya harga minyak mentah dunia akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah .
Baca Juga: Purbaya Tolak Mentah-mentah Tawaran Utang IMF: Duit Kita Masih Besar
Rincian Harga Terbaru Tiga BBM yang Naik
Ketiga BBM yang mengalami kenaikan tajam adalah Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, berikut rincian harga terbarunya:
-
Pertamax Turbo (RON 98) : Sebelumnya Rp13.100 per liter, kini melonjak menjadi Rp19.400 per liter. Artinya, terjadi kenaikan sebesar Rp6.300 per liter .
-
Dexlite: Sebelumnya Rp14.200 per liter, kini melesat menjadi Rp23.600 per liter. Kenaikannya mencapai Rp9.400 per liter .
-
Pertamina Dex: Sebelumnya Rp14.500 per liter, kini dibanderol Rp23.900 per liter. BBM ini mengalami kenaikan paling signifikan, yaitu sekitar 65 persen atau Rp9.400 per liter .
Pertamina melakukan penyesuaian harga ini sesuai formula yang diatur dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 . Mekanisme ini mengikuti fluktuasi harga minyak dunia yang memang sedang melonjak akibat konflik Iran-Israel.
BBM Ini Tidak Naik, Harga Masih Stabil
Di tengah kabar kenaikan yang meresahkan, kabar baiknya ada tiga jenis BBM yang tidak mengalami perubahan harga:
-
Pertalite: Masih di angka Rp10.000 per liter
-
Bio Solar: Masih stabil di Rp6.800 per liter
-
Pertamax (RON 92): Masih dipertahankan di Rp12.300 per liter
-
Pertamax Green 95: Tetap di Rp12.900 per liter
Dampak ke Kantong dan Sektor Logistik
Kenaikan BBM nonsubsidi ini tentu menambah beban pengeluaran masyarakat, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi bermesin diesel dan bensin beroktan tinggi. Dampaknya juga berpotensi merembet ke sektor logistik dan transportasi yang bergantung pada bahan bakar solar .
Kabar baiknya, pemerintah masih mempertahankan subsidi untuk Pertalite dan Biosolar. Hal ini diharapkan bisa melindungi daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah yang masih sangat bergantung pada dua jenis BBM tersebut .
Mengapa BBM Bisa Naik?
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi oleh Pertamina ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika harga minyak dunia. Konflik Iran-Israel yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda membuat harga minyak mentah terus merangkak naik . Karena formula harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar, kenaikan di tingkat global otomatis berdampak ke harga jual eceran di dalam negeri .