MoraRepublic Berdiri, DSSA Siap Perkuat Ekosistem Digital Indonesia – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) resmi meluncurkan anak usaha baru bernama PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic). Perusahaan ini merupakan hasil penggabungan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Moratelindo) dan PT Eka Mas Republik (MyRepublic Indonesia) .
Baca Juga: Pertamina NRE Dukung Kampanye AKU NET-ZERO HERO di IDXCarbonf
Penggabungan ini berlaku efektif mulai 22 April 2026. MoraRepublic hadir sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi dan layanan fiber to the home (FTTH) terintegrasi .
Sinergi Dua Raksasa Telekomunikasi
Moratelindo dan MyRepublic Indonesia memiliki keunggulan yang saling melengkapi . Moratelindo merupakan penyedia jaringan backbone serat optik. Perusahaan ini telah beroperasi sejak tahun 2000 .
Hingga September 2025, Moratelindo memiliki total panjang kabel serat optik lebih dari 57.000 kilometer. Perusahaan juga mengoperasikan 6 pusat data berkapasitas 3,3 megawatt .
Di sisi lain, MyRepublic Indonesia fokus pada layanan FTTH untuk pelanggan ritel. Perusahaan ini melayani lebih dari 1,52 juta pelanggan dengan kecepatan internet hingga 1 Gbps .
MyRepublic Indonesia juga memiliki jaringan serat optik sepanjang 58.000 kilometer. Jumlah homepass yang terjangkau mencapai lebih dari 8,7 juta .
Dengan penggabungan ini, MoraRepublic mengklaim posisi yang lebih kuat dalam layanan internet cepat. Cakupan jaringan juga akan semakin luas di seluruh Indonesia .
Komitmen Perkuat Infrastruktur Digital
Presiden Direktur DSSA, L. Krisna Cahya, menyatakan pembentukan MoraRepublic sebagai langkah strategis. Perusahaan ingin memperkuat fondasi infrastruktur digital Indonesia .
“Kami melihat kebutuhan konektivitas akan terus tumbuh. MoraRepublic diposisikan untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Krisna dalam keterangan resmi .
Ke depan, MoraRepublic akan fokus pada tiga hal utama. Pertama, memperluas jangkauan jaringan. Kedua, meningkatkan kualitas layanan. Ketiga, memastikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia .
Dukungan untuk Agenda Pemerataan Digital
Langkah ini sejalan dengan program pemerintah yang tertuang dalam Arah Indonesia Digital. Pemerintah menargetkan seluruh desa di Indonesia terhubung jaringan memadai pada tahun 2026 .
Saat ini, masih ada sekitar 2.500 desa yang belum terhubung internet. Kolaborasi antara pemerintah dan swasta menjadi kunci percepatan pemerataan akses digital .
Komisaris Utama Independen MoraRepublic, Arsjad Rasjid, menegaskan pentingnya tata kelola perusahaan. Pengelolaan yang disiplin dan akuntabel diperlukan agar manfaatnya dapat dirasakan luas .
“Penggabungan ini adalah respons nyata terhadap kebutuhan konektivitas Indonesia yang terus berkembang,” ujar Arsjad .
Visi ke Depan
Direktur Utama MoraRepublic, Timotius M. Sulaiman, menyebut penggabungan ini bukan sekadar peleburan perusahaan. Ini adalah langkah strategis memperkuat ekosistem digital Indonesia .
Perusahaan baru ini akan mempercepat ekspansi jaringan. MoraRepublic juga akan menghadirkan layanan internet yang lebih cepat, stabil, dan luas .
Layanan Moratelindo, MyRepublic, dan Oxygen.id tetap beroperasi seperti biasa pasca-merger. Pelanggan tidak akan merasakan gangguan layanan .
Dengan tagline “Together, we rocket far, fast towards infinite future”, MoraRepublic menegaskan ambisinya. Perusahaan ingin mendorong konektivitas yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia .
Dampak pada Pasar Modal
Di tengah kabar positif ini, terdapat dinamika di pasar modal. Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan mengeluarkan saham DSSA dari indeks LQ45 dan IDX80 .
Keputusan ini berlaku mulai 4 Mei 2026. BEI menerapkan kriteria high shareholding concentration (HSC) sebagai dasar perubahan .
Meski demikian, saham DSSA justru menunjukkan kinerja positif. Pada perdagangan 27 April 2026, saham DSSA menguat 2,48% ke level Rp2.070 per saham .
Analis menilai tekanan jual yang mungkin terjadi bersifat teknis sementara. Fundamental perusahaan tetap kuat .
