PAM Jaya Minta Rumah Terhubung PDAM – Setop Pakai Air Tanah: Ini Langkah & Target 100% – Jakarta – PAM Jaya (Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya) secara resmi meminta seluruh rumah yang sudah terhubung dengan jaringan perpipaan PDAM untuk segera menghentikan penggunaan air tanah. Langkah ini merupakan bagian dari agenda besar menuju 100% layanan air perpipaan di Jakarta pada 2029.
Baca Juga: PAM Jaya Minta Rumah Terhubung PDAM Setop Pakai Air Tanah: Ini Langkah & Target 100%
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menegaskan bahwa pihaknya tidak mengambil air tanah, melainkan hanya mengolah air permukaan. Hal ini penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah penurunan muka tanah (land subsidence) yang sudah menjadi masalah serius di Ibu Kota.
“Tentu pesan Pak Gubernur jelas, jangan bergantung pada satu sumber. Kami sedang menggenjot cakupan layanan perpipaan sehingga warga tidak perlu lagi menggali air tanah,” ujar Arief dalam keterangan tertulis.
Alasan di Balik Kebijakan Stop Air Tanah
Penggunaan air tanah yang berlebihan, terutama oleh gedung bertingkat dan pemukiman padat, menjadi pemicu utama penurunan permukaan tanah Jakarta. Selain itu, hingga saat ini, 70% pipa PAM Jaya berusia 25-40 tahun dan banyak di antaranya bukan food grade. Meskipun demikian, perusahaan terus berinovasi.
Melalui teknologi water purifier dan perbaikan jaringan secara masif, air perpipaan PAM Jaya kini aman dikonsumsi. PAM Jaya juga menjamin biaya air perpipaan yang jauh lebih ekonomis, yaitu Rp1 per liter, dibandingkan harus membeli air galon atau mengeksploitasi air tanah yang biaya pemeliharaan sumurnya tinggi.
“Kami ingin masyarakat beralih. Tidak perlu ribet mengambil air tanah lagi. Cukup buka kran,” tegasnya.
Target dan Pencapaian Terkini
Hingga Maret 2026, cakupan layanan air perpipaan PAM Jaya telah mencapai 81,45%. Angka ini meningkat signifikan berkat penambahan 241.537 sambungan baru dalam setahun terakhir.
Untuk mengejar target sisa 18% hingga 2029, PAM Jaya membangun 7.000 kilometer pipa baru. Ini termasuk pembangunan empat instalasi pengolahan air (IPA) baru di Semanan, Muara Karang, Condet, dan Kanal Banjir Barat 2.
“Setelah pipa sampai di rumah, tolong masyarakat gunakan. Stop bor air tanah. Mulai dari sekarang,” pungkasnya.
Kesimpulan: Jika rumah Anda sudah teraliri pipa PDAM, gunakan air tersebut sebagai sumber utama. Ini bukan hanya demi kepentingan bersama untuk menyelamatkan Jakarta dari amblesan, tetapi juga demi kesehatan dan efisiensi biaya rumah tangga.