Airlangga Minta Pengusaha Patungan Uang Saku Program Magang, Target 30 Persen – Pemerintah mendorong perusahaan untuk ikut menanggung beban uang saku peserta Program Magang Nasional. Setelah dua gelombang pertama pendanaan full dari APBN, skema baru kini tengah disiapkan. Korporasi diminta patungan sekitar 20 hingga 30 persen .
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pola pembiayaan bersama (burden sharing) sangat relevan untuk diterapkan. Pasalnya, para peserta nantinya menjalani praktik kerja langsung di lingkungan perusahaan.
Baca Juga: Menhub Panggil Manajemen Taksi Green SM Usai Kecelakaan Maut di Bekasi Timur
“Tentu, burden sharing harus kita dorong. Kalau kemarin kan kita 100 persen dibayar pemerintah, dengan sudah berjalan satu putaran, putaran kedua. Toh karena ini mereka akan bekerja di korporasi, ya kita minta mereka sharing,” ujar Airlangga di Hotel Mulia Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (28/4) .
Rencana Teknis dan Besaran Kontribusi
Airlangga mengaku pembahasan teknis dengan kalangan dunia usaha memang belum difinalkan. Namun demikian, pemerintah sudah menyiapkan skema awal. Kontribusi perusahaan diusulkan berada dalam kisaran seperlima hingga hampir sepertiga dari total uang saku peserta.
“Nanti kita siapkan, tapi 20-30 persen mungkin,” katanya .
Porsi 20 hingga 30 persen tersebut rencananya dibebankan kepada perusahaan tempat peserta menjalani magang. Sementara itu, sisa pendanaan tetap berasal dari pemerintah. Dengan skema ini, uang saku bulanan peserta magang yang selama ini setara Upah Minimum Provinsi (UMP) tidak lagi sepenuhnya bersumber dari APBN .
Latar Belakang: Keberhasilan Tahap I
Usulan perubahan skema pendanaan ini muncul setelah pemerintah mengevaluasi program magang yang telah berjalan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli sebelumnya melaporkan capaian program Magang Nasional 2025 Tahap I kepada Presiden Prabowo Subianto .
Berdasarkan data yang disampaikan, terpilih 14.952 orang peserta Magang Nasional Tahap 1A dan 1.160 peserta Tahap 1B, sehingga total mencapai 16.112 orang. Dalam perjalanannya, jumlah peserta aktif batch pertama tercatat 11.949 peserta .
“Jadi peserta magang batch satu sekarang sedang menyiapkan diri untuk melakukan sertifikasi untuk mendapatkan sertifikat BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Itu saya sampaikan, alhamdulillah respons beliau baik,” ujar Yassierli seusai pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/4) .
Alasan Pemerintah Mendorong Patungan
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli sebelumnya telah mengisyaratkan wacana ini. Menurutnya, keterlibatan perusahaan penting untuk mendorong komitmen serius dalam membina peserta magang.
“Kita sedang mengkaji untuk melibatkan perusahaan lebih aktif, sehingga sudah mulai ada usulan nanti uang sakunya itu harus ada share kontribusi dari perusahaan, walaupun tentu tidak dominan,” kata Yassierli dalam penutupan Program Magang Nasional Batch 1, Jumat (24/4/2026) .
Selain patungan uang saku, pemerintah juga berencana meminta perusahaan memberikan sertifikat kompetensi kepada peserta magang di akhir program. Sertifikat ini akan menjadi bukti pengalaman dan kesiapan kerja yang lebih meyakinkan bagi para peserta saat melamar pekerjaan .
“Dan komitmen seperti itu akan semakin baik kalau kita juga minta dari awal ada komitmen perusahaan terkait dengan kontribusinya dan kewajiban untuk memberikan sertifikat kompetensi di akhir program nantinya,” tutur Yassierli .
Target Penambahan Kuota dan Pemerataan
Pemerintah juga berencana menambah kuota magang nasional untuk periode mendatang. Selain menambah jumlah peserta, pemerintah juga akan meningkatkan kualitas dan keahlian peserta magang .
“Kami mempertimbangkan penambahan kuota magang nasional karena animo masyarakat yang tinggi,” ujar Menaker Yassierli .
Evaluasi juga mencakup pemerataan sebaran peserta. Selama ini, peserta magang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Pemerintah ingin program magang ke depan menjangkau lebih banyak daerah di luar Jawa .
Dari segi jenis keahlian, pemerintah juga akan memperluas cakupan. Program tidak akan spesifik hanya pada bidang marketing, administrasi, atau manajemen. Lulusan berbagai program studi berkesempatan sama untuk mengikuti magang .
Manfaat bagi Peserta Magang
Program Magang Nasional menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi pemerintah. Tujuannya mengurangi angka pengangguran lulusan baru (fresh graduate) .
Manfaat yang didapat peserta magang meliputi:
Dengan penambahan kuota, peningkatan kualitas, dan skema pendanaan baru yang melibatkan perusahaan, pemerintah berharap program magang nasional dapat menekan angka pengangguran terdidik secara signifikan .
