Kinerja Solid di 2025 Bank BJB Bagikan Dividen Rp900 Miliar – Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) membagikan kabar baik bagi para pemegang saham. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa (28/4/2026) menyetujui pembagian dividen. Nilainya mencapai Rp900 miliar atau setara Rp85,54 per saham. Dengan demikian, para investor mendapat imbal hasil yang menarik.
Baca Juga: Airlangga Minta Pengusaha Patungan Uang Saku Program Magang, Target 30 Persen
Keputusan ini mencerminkan kinerja solid perseroan sepanjang tahun lalu. Selain itu, komitmen manajemen untuk memberikan nilai tambah bagi investor juga semakin jelas. RUPST kali ini mengusung tujuh agenda utama, dan pembagian dividen menjadi salah satu poin krusial yang disetujui.
Kinerja Keuangan 2025
Pembagian dividen tersebut didukung oleh fundamental keuangan yang kuat. Bank BJB mencatatkan total aset sebesar Rp221,3 triliun pada tahun 2025. Capaian ini menjadikan Bank BJB sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan aset terbesar di Indonesia. Karena itu, kepercayaan investor terhadap bank ini semakin tinggi.
Sebelumnya, manajemen melaporkan laba konsolidasi sebelum pajak sebesar Rp1,37 triliun per kuartal III-2025. Pertumbuhan belanja modal yang terjadi pada periode yang sama juga menunjukkan kesehatan bisnis yang berkelanjutan. Oleh karena itu, dividen yang dibagikan cukup substansial.
Perombakan Struktur Direksi dan Komisaris
RUPST tahun ini juga menghasilkan keputusan signifikan terkait jajaran pengurus baru. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang mewakili pemegang saham pengendali, mengusulkan sejumlah figur baru. Mereka akan mengisi posisi strategis di Bank BJB.
Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), resmi ditunjuk sebagai Komisaris Utama Independen. Penunjukan ini mengejutkan banyak pihak sekaligus menjadi langkah strategis. Tujuannya memperkuat posisi bank di masa depan.
Selain itu, para pemegang saham juga menyetujui jajaran direksi baru berikut:
Beberapa penunjukan ini masih menunggu hasil uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena itu, prosesnya belum final.
Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa perubahan struktur ini bertujuan membawa postur bank yang lebih kredibel. Ia juga mengungkapkan bahwa Susi awalnya menolak tawaran tersebut. Namun, akhirnya ia bersedia bergabung setelah melalui berbagai pertimbangan.
Agenda Strategis Lainnya
Selain pembagian dividen dan pergantian jajaran direksi, RUPST juga menyetujui beberapa agenda penting lainnya. Para pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasian tahun buku 2025. Mereka juga menunjuk Akuntan Publik untuk mengaudit laporan keuangan 2026. Selain itu, RUPST menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Perubahan ini terkait status Bank BJB sebagai perusahaan induk dari konglomerasi keuangan (holding company).
